saling bagi pengetahuan tentang muslim
Senin, 21 Maret 2016
11 HAL YANG HARUS DIINGAT SEBELUM MENGELUH
1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.
2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.
4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.
5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.
6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.
7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.
8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.
9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.
10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.
11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa. Semoga bermanfaat.
Berdoalah agar Allah selalu membukakan pintu ilmu, hikmah, taufiq, dan hidayah-Nya hingga menjadi orang-orang yang mengikhlaskan diri kepada Allah. Aamiin.
Semoga renungan ini bermanfaat..
Sabtu, 19 Maret 2016
SAKIT HATI
Sakit hati, mengapa terus dipelihara?!… Tidakkah anda segera mengobatinya?!
Tidak seperti ketika sakit di badannya… seringkali seseorang malah ‘memelihara’ sakit hatinya, padahal harusnya dia bisa segera mengobati lara hatinya itu, sebagaimana dia bisa segera mengobati sakit badannya.
Dan diantara obat pelipur lara hati yang PALING ampuh adalah dengan MEMAAFKAN kesalahan orang yang menyakiti kita… karena itulah sumber dan sebab utama sakitnya hati kita, oleh karenanya ketika sumber sakitnya sudah teratasi, maka tentunya sakit hati kita akan hilang dengan sendirinya.
Seringkali seseorang tidak mau, atau gengsi, atau merasa rugi untuk memaafkan orang lain, padahal sebenarnya dengan begitu dia akan rugi sendiri, karena hatinya akan sakit, tersiksa, dan TERBEBANI terus-menerus.
Seringkali seseorang TIDAK INGIN memaafkan kesalahan orang lain, kecuali bila orang tersebut yang meminta maaf kepadanya, padahal apakah dia akan melakukan hal yang sama saat badannya disakiti orang lain?! Apakah dia mau menunggu hingga orang lain mau mengobati sakit di badannya?! Tentunya tidak.
Maafkanlah kesalahan orang lain… karena dia sama sekali tidak akan mampu mengubah TAKDIR tanda…
Maafkanlah dia… karena Allah menjanjikan pahala yang tiada tara kepada Anda: “Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya itu Allah (yang menentukannya)”. [QS. Asy-Syuro: 40].
Maafkanlah dia… karena Allah akan mengampuni dosa-dosa Anda: “Maafkanlah, dan berlapang dadalah! Tidakkah kalian ingin Allah mengampuni kalian?!” [QS. Annur: 22].
Maafkanlah dia… bersyukurlah kepada Allah, karena Dia telah menjadikan Anda lebih tinggi darinya… Anda yang disalahi, bukan orang yang menyalahi…
Maafkanlah dia, agar sakit hati Anda segera hilang… Agar hati Anda menjadi lapang, ringan, dan bahagia…
semoga bermamfaat
Surat Cinta Tentang Sholat
.
▶Bila engkau anggap solat itu hanya penggugur kewajiban,maka kau akan terburu-buru mengerjakannya.
.
▶Bila kau anggap solat hanya sebuah kewajiban,maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kau mengerjakannya.
.
▶Anggaplah solat itu pertemuan yang kau nanti dengan Tuhanmu.
.
▶Anggaplah solat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Allah swt.
.
▶Anggaplah solat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Allah swt.
.
▶Anggaplah solat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi.
.
▶Bayangkan ketika "azan berkumandang",tangan Allah melambai ke depanmu untuk mengajak kau lebih dekat dengan-Nya.
.
▶Bayangkan ketika kau" takbir", Allah melihatmu, Allah senyum untukmu dan Allah bangga terhadapmu.
.
▶Bayangkanlah ketika "rukuk", Allah menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau rasakan damai dalam sentuhan-Nya.
.
▶Bayangkan ketika "sujud", Allah mengelus kepalamu. Lalu Dia berbisik lembut di kedua telingamu: "Aku Mencintaimu hambaKu.
.
▶Bayangkan ketika kau "duduk di antara dua sujud", Allah berdiri gagah di depanmu, lalu mengatakan : "Aku tak akan diam apabila ada yang mengusikmu”.
.
▶Bayangkan ketika kau memberi"salam",Allah menjawabnya,lalu kau seperti manusia berhati bersih setelah itu.
MasyaAllah sungguh nikmat solat yangg kita lakukan.
Semoga renungan ini bermanfaat...
Jumat, 18 Maret 2016
Cinta Bukanlah Nafsu Belaka Jika Kamu Berani Lakukan 10 Hal Ini
yakinkah kamu kalau cintamu itu bukan sekadar nafsu belaka? Apa kamu yakin cintamu itu sudah tulus untuknya? Apakah kamu yakin kalau hubunganmu didasari atas nama cinta sejati?
Cinta bukanlah persoalan nafsu belaka. Ada banyak aspek dan keindahan lain yang perlu diciptakan untuk menciptakan cinta sejati. Kalau cintamu hanya didasari oleh nafsu saja, tak ada yang bisa menjamin hubunganmu akan langgeng. Malah kamu bisa berubah jadi egois karena terus menuruti nafsumu sendiri.
“A pure love is a selfless love, but can desire ever be selfless?”
― John Dufresne, Love Warps the Mind a Little
Cintamu bukanlah nafsu belaka kalau kamu sudah berani melakukan hal 10 hal ini...
1. Mendengar tanpa menyela.
2. Berkata tanpa memojokkan.
3. Memberi tanpa meminta balasan.
4. Mendoakan tanpa lelah.
5. Menjawab tanpa berdebat.
6. Berbagi tanpa pura-pura.
7. Bersyukur tanpa mengeluh.
8. Percaya tanpa ragu.
9. Memaafkan tanpa menghukum.
10. Membuat janji tanpa ingkar.
Apakah cintamu sudah bisa dikatakan cinta sejati? Atau sebatas nafsu dan ego belaka? You'd better get your answer now.
Sabtu, 07 November 2015
Renungan
lnilah di antara tulisan terbaik Syekh Ali Thanthawi Mesir Rahimahullah:
Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih.
Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.
Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.
Akan ada banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaan nya demi ikut menguburkanmu.
Barang barangmu akan dikemas; kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan pakaianmu.
Jika keluargamu setuju barang2 itu akan disedekahkan agar bermanfaat untukmu. Atau dibuang agar engkau segera hilang dari kenangan..
Yakinlah, dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dg kepergianmu.
Ekonomi akan tetap berlangsung!
Aktivitas tetap berjalan, anak2 dengan cepat kembali tertawa, engkau telah tenggelam dalam episode kenangan..
Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain.
Hartamu menjadi harta halal bagi ahli waris. Kendaraanmu berpindah tangan, rumahmu diisi orang baru..
Sedangkan kamu yg akan dihisab dan diperhitungkan dari hartamu.
Kesedihan atasmu ada 3 :
Orang yg mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan ya..
Kawan2mu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa tawa.
Di rumah ada kesedihan yg mendalam.
Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun.
Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan.
Demikianlah "Kisahmu telah berakhir di tengah2 manusia".
Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat.
Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak.
Telah engkau tinggalkan rumah, istana dan istri tercinta.
Kini hidup yg sesungguhnya telah dimulai.
Pertanyaannya adalah:
Apa persiapanmu untuk kuburmu dan Akhiratmu?
Hakikat ini memerlukan perenungan.
Usahakan dgn sungguh2.
Menjalankan kewajiban kewajiban, hal-hal yg disunnahkan, sedekah rahasia, merahasiakan amal shalih, shalat malam,
Semoga saja engkau selamat.
Andai engkau mengingatkan manusia dengan tulisan ini insyaAllah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari Kiamat.
Sampaikanlah renungan ini pada orang2 yg engkau kasihi.
Penat dan letih
Naik tangga bertingkat-tingkat
Sampai diatas kunci rumah tertinggal
Beramal berpuluh tahun
Sampai diakhirat ikhlas tertinggal
.
Postingan beribu-ribu
Karena riya’ .. hanya menghabiskan waktu
Status beratus-ratus
Karena riya’ .. amalan menjadi hangus
.
Dear …
Sebelum menekan tombol “ENTER” untuk hanya sekedar, ngetwitt, update status ataupun memposting
gambar apalagi yang bersifat dakwah
Tanyakan dulu pada hatimu …
.
Untuk apakah itu …?
Untuk siapakah itu …?
Untuk Allah kah .. ?
.
Jika dihatimu masih ada rasa kecewa bila tidak ada yang memberi like pada postinganmu …
Dan ada rasa bangga didalam hati ketika banyak like yang engkau dapat …
Niatmu belum Ikhlas saudaraku …
.
Jika dihatimu masih ada rasa gundah ketika followermu tidak bertambah dan bahagia jika bertambah
Niatmu belum lurus saudaraku
.
Jika niatmu lurus hanya untuk Allah …
Maka engkau tidak akan menghiraukan jumlah like, dan tidak ada sedikitpun rasa berbangga karena
pujian/banyaknya like
.
Jika niatmu ikhlas karena Allah
Maka engkau tidak akan peduli berapa jumlah Follower mu, tidak gundah bila berkurang dan tidak
bangga ketika bertambah
.
Teladani lah salah satu teladan Ummah Ummar bin Abdulaziz,
.
Ibn saad menyebutkan dalam kitab Thabaqat Kubra bahwa Umar ibn Abdul Aziz jika berkhutbah diatas
mimbar, lalu khawatir membanggakan dirinya, maka ia langsung menghentikannya,
Jika dia menulis suatu kitab, lalu takut akan merasa membanggakan dirinya, maka ia menyobekkannya
sambil berkata: “Sungguh aku berlindung kepadaMu dari kejahatan nafsuku sendiri”
.
Maka dari itu mari kita Luruskan kembali niat, hanya Allah, hanya karena Allah
.
Jangan sampai beramal hanya mendapat Lelah dan letih saja karena ada penyakit dalam niatkita...
.
Wallahu ‘alam ..
Renungan untukmu
Renungan Ujian Untuk Aku
Bila Allah turunkan ujian,
Selalu aku bertanya,
Kenapa aku yang terpilih?
Kenapa aku mesti diuji?
Apa salah aku sehingga aku harus menerima ujian ini?
Mereka, mereka juga seperti aku,
Malah mereka lebih lalai daripadaku,
Tetapi kenapa kesenangan hidup tetap Allah berikan?
Kenapa limpahan nikmat Allah curahkan?
Saat itu kakiku mula layu,
Bagai langkahan ku tiada arah tuju,
Akhirnya disitu aku melutut,
Berserah diri hanya pada Yang Satu.
Ya Allah, aku hambaMu yang tamak,
Tamakkan nikmat dunia,
Sedangkan Kau telah memberi aku nikmat yang terlalu banyak,
Yang tak tertanding nilainya dengan setitis ujian Kau berikan.
Ya Allah, aku lupa bahawa Engkau Maha Berkuasa,
Aku lupa nikmat dunia hanya sementara,
Aku lupa semua ini pinjaman semata,
Yang jika aku kejar, maka jauhlah aku dari syurga.
Ya Allah, ujianMu tarbiyah buat diriku,
Untuk aku mengenang dosa yang lalu,
Supaya bertambah keimananku,
Untuk tetap berada dijalanMu.
Mungkin ku pandang ujian itu terlalu besar,
Sedangkan itu tanda kasihMu kepada hambaMu,
Aku tahu Engkau rindukan suaraku memohon doa,
Engkau rindu ungkapan dari hatiku,
Maka turunlah ujian sebagai hadiah buatku.
Ya Allah, tiada apa yang lebih aku harapkan,
Hanya kekuatan dan ketabahan untuk aku terus mentaatiMu,
Untuk aku melawan kesedihanku,
Untuk aku tetap percaya, takdirMu adalah yang terbaik buatku.
Teruslah menyayangiku Ya Allah,
Jangan pernah lupakan aku hambaMu yang hina ini,
Aku tidak mahu berjauhan dariMu,
Kerana aku yakin sesungguhnya ujian itu sebenar-benar rahmat dariMu.
.
Firman Allah s.w.t. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami
telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang
yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya
Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” [Al-Ankabut : 2-3].
.
Dari @sabarlahdiriku
.
Silahkan di " LIKE & SHARE " Jika dirasa pengingat untuk kita, Moga-moga bermanfaat ...